Senin, 27 Agustus 2012


Ospek Kampus dan Tujuannya

 

 Sebentar lagi kalian yang bermigrasi dari SMA ke Perguruan tinggi akan menjalani suatu ritual klasik Ospek atau orientasi pengenalan kampus. Yup sebuat ritual atau kegiatan yang mesti dilalui jika hendak menjadi mahasiswa. Sekedar informasi awal, Ospek itu sangat bermanfaat, terlepas dari adanya pro dan kontra pada kegiatan Ospek ini. Ospek kampus dan Tujuannya.
Otot Kawat Tulang Besi
Dalam Ospek kalian ditatar, dilatih, digembleng untuk menjadi seorang mahasiswa yang tangguh dan bermental baja dan tentunya menjadi mahasiswa yang pintar tapi tidak sok tahu  . Kegiatan ospek merupakan kawah candradimuka untuk kalian yang mau jadi mahasiswa yang berotot kawat tulang besi,  (meminjam istilah Arjuna  ) dan tentunya berotak genius dan beretika dan bernurani luhur.
Jadi kalian yang mau jadi mahasiswa yang tangguh, bermental baja dan tentu beretika serta bernurani luhur, yap… ngikut Ospek dong …..
Tingakatan – Tingakatan Ospek
Dalam pelaksanaan ritual atau kigiatan ospek, maka ada tingkatatan-tingkan ospek yang mesti kalian jalani, antara lain:
Pra-Ospek: kegiatan ini dilaksanakan sebagai gladi sebelum anda mengikuti ospek yang sebenarbya, dalam pra ospek ini, kalian akan diberitahukan tata cara ospek (menurut kebijakan kampus masing-masing), dan dapam pra ospek ini juga akan diberikan jas lamaater, dan diberitahukan apa-apa yang dilaksanakan dalam ospek nanti.
Ospek Universitas: ospek ini dilakukan serentak oleh seluruh maba sekapmpus, dan dipusatkan biasanya di rektorat serta dibuka oleh rektor;
Ospek Fakultas: Ospek ini dilaksanakan oleh seluruh maba dari fakultas yang sama;
Ospek Jurusan: yang ini intinya, kalian akan dikenalkan akan jurusan atau program studi yang kalian lulusi atau pilih.
Bina Akrab: biasanya kegitatan bina akrab ini dilakukan diluar kampus, atau ditempat-tempar rekreasi, namanya juga bina akrab, disini kalian akan berakrab-akrab ria dengan teman-teman se-maba dan juga tentunya kepada senior-senior kampus anda.
Materi – materi dalam ospek
Dalam kegiatan ospek di kampus secara umum memuat banyak materi yang tentunya sangat bermanfaat bagi kalian untuk menjadi bekal selama anda menjadi mahasiswa nantinya.
Secara umum berikut tujuan ospek:
-          Mahasiswa baru memahami setting sosial serta kondisi obyektif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
-          Mahasiswa baru memahami peran dan fungsinya sebagai bagian dari suatu masyarakat.
-          Mahasiswa baru menyadari tanggung jawab sosialnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
-          Mahasiswa sebagai insan akademik Mahasiswa mampu mengembangkan nalar kritis, analitis, metodologis dan paradigmatik sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni.
-          Mahasiswa menjunjung tinggi moral dan etika akademik. Mahasiswa mampu melakukan transformasi keilmuan sesuai dengan disiplin ilmunya menuju ke arah rekonstruksi sosial yang berkeadilan.
-          Mahasiswa sebagai agent of social change. Setting sosial dan kondisi obyektif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Posisi strategis mahasiswa dalam mengemban tanggung jawab sosial sekaligus peran dan fungsinya sebagai kelompok well informed.
-          Memahami kampus sebagai garda ilmiah atau lingkungan akademik; prosedur administrasi yang berkaitan dengan kegiatan akademik, administrasi umum dan kemahasiswaan; aturan-aturan yang berlaku di kampus; penggunaan sarana atau fasilitas penunjang pendidikan dan pemanfaatannya;
-          Cinta dan bangga pada kampus sebagai almamaternya;  Struktur lembaga dan nama-nama kampus; tata kerja dan uraian tugas masing-masing pejabat dan perangkat kampus;
-          Memahami Mekanisme birokrasi kampus; Lembaga-lembaga non struktural; dan memahami fasilitas penunjang: perpustakaan, beasiswa, Dana Penunjang Pendidikan (DPP),reward dan pelatihan-pelatihan.
-          Memahami Kejurusanan/Keprodian serta tugas dan fungsinya;  prosedur/mekanisme yang berkaitan dengan kegiatan akademik; Current issues jurusan/prodi; Sejarah pembentukan; Visi, misi dan tujuan; Kompetensi Lulusan; Profesi Utama; Kurikulum ; Kartu Rencana Studi (KRS) dan Kartu Perubahan Rencana Studi (KPRS); Cuti dan gugur studi; Sumber daya dosen; Penasihat akademik; Jaringan kerjasama; Prosedur/mekanisme yang berkaitan dengan kegiatan akademik; Student Government Menjelaskan tentang status, tugas, wewenang, kepengurusan dan keanggotaan student government, baik yang berada di lingkup universitas ataupun fakultas.
-          Mengetahui lembaga-lembaga kemahasiswaan di tingkat universitas maupun fakultas dan sejarah perkembangannya; memahami  status, peran, fungsi, tugas dan tanggung jawab lembaga-lembaga kemahasiswaan.
Gimana, bejibun khan yang mau dipahami dan diketahui jika menjadi mahasiswa, makanya ikut Ospek, soalnya kalau tidak ikut ospek, dimana lagi mau diketahui berbagai persoalan kampus dan tetek-bengeknya. Selamat menjalani dan menikmati Ospek yang mengasyikkan dan berkesan

Mungkinkah Singkong Menggantikan Beras sebagai Makanan Pokok Masyarakat ?


Mungkinkah Singkong Menggantikan Beras  sebagai Makanan Pokok Masyarakat ?
Oleh: Lies Wahyuni*

I.                    PENDAHULUAN
Sebagaimana kita maklumi bahwa masyarakat kita adalah masyarakat agraris yang sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. 
Dari 278 juta warga Indonesia menurut BPS (Biro Pusat Statistik) sebagian besar bekerja pada bidang pertanian dan kebanyakan dari itu hanya bekerja sebagai buruh tani. Tentu kita paham betul bahwa bekerja sebagai buruh tani di Indonesia berpenghasilan sangatlah kecil. Jangankan untuk menutupi kebutuhan sekunder, kebutuhan primer saja, seperti kebutuhan untuk makan keluargapun sudah paspasan, bahkan kalau berharap bisa makan dengan pola empat sehat lima sempurna sepertinya masih jauh panggang dari api.
Apalagi di masyarakat kita sekarang, para petani atau buruh tani yang hanya bertumpu pada bertanam padi dengan luas lahan persawahan yang sangat terbatas sepertinya akan jauh dari sejahtera. Dengan biaya produksi yang sangat tinggi, kalau mereka menggarap lahan pertanian milik orang lain, mereka harus membiayai semua cost produksi seperti pupuk, ongkos menggarap lahan dll, sementara hasilnya mereka harus bagi dengan pemilik lahan. Kalau dihitung-hitung tenaga mereka sangat jauh dari standar upah minimum yang berlaku di daerahnya sekalipun.
Barangkali apabila ada upaya untuk mengganti pola kebiasaan makanan pokok beras dengan nasi yang berbahan baku singkong bisa menjadi solusi peningkatan kesejahteraan mereka.
II.                  KONDISI UMUM
Seperti telah kita ketahui betapa sulitnya pemerintah mengupayakan swasembada pangan di negeri ini dengan makanan pokok beras.  Sebagai bahan makanan pokok, beras memang tergolong cukup mahal.
 Harga beras di Indonesia lebih mahal ketimbang harga beras dunia, itu disebabkan proses menanam padi hingga menjadi butir-butir beras yang memerlukan biaya yang tidak sedikit. Seperti biaya untuk pupuk, penggarapan dan lain sebagainya.  Sementara hasilnya buat petani yang tergolong kecil itu tidak memadai, apalagi kalau hanya mengandalkan hidup dengan bercocok tanam padi tersebut.
Belum lagi, kalau kita perhatikan banyak lahan persawahan yang beralih fungsi menjadi lahan perumahan dan industri, sedangkan tanaman padi dengan produksi yang baik dan berkualitas umumnya hanya  bisa ditanam di lahan persawahan, hal itu yang membuat para petani menjadi pesimis, apatis dan hanya pasrah saja atas kesulitan hidup yang dihadapi. Sementara itu yang terjadi apabila musim panen raya padi tiba, harga jualnya menjadi turun dan sebaliknya apabila musim paceklik harga beras membumbung tinggi. Padahal keluarga petani miskinpun tetap berharap makan nasi yang bersumber dari padi. Hal itu yang menjadikan kehidupan keluarga para petani di Indonesia menjadi semakin sulit.
III.                SOLUSI
Sebagai sebuah solusi, kita bisa membudayakan bahan makanan yang berbahan baku singkong menjadi substitusi beras sebagai bahan makanan pokok masyarakat, dengan pertimbangan:
1.      Umbi akar singkong banyak mengandung glukosa dan karbohidrat yang berperan sebagai sumber energi yang diperlukan oleh tubuh kita untuk beraktiifitas secara normal. Sama saja dengan beras yang memiliki kandungan nutrisi tersebut. Beras mengandung 363 kalori per 100 gram, ubi kayu (singkong) mengandung 154 kalori per 100 gram, sementara ubi jalar mengandung 139 kalori per 100 gram. Dengan pertimbangan murah dan mudah didapat, apabila singkong dijadikan bahan makanan pokok masyarakat, sebenarnya kita tidak perlu khawatir untuk kehilangan manfaat.
2.      Biaya produksi menanam tanaman singkong yang murah dan mudah juga bisa menjadi alasan utama. Apabila memanen singkong berumur tanam delapan bulan bisa menhasilkan 15 ton/Ha sudah cukup menguntungkan, apalagi kalau hasil produksinya mencapai 100 ton/Ha. Caranya juga sederhana, dengan kita menanam bibit ketela pohon batang bawah dengan varietas unggul seperti darul hidayah dan mentega apalagi bila ditambah mata tempel singkong karet di lahan yang sudah dibantu pupuk kandang atau pupuk organik, tanaman singkong bisa kita panen 15 kg – 50 kg per pohon. Dengan teknologi biasa bisa juga kita meningkatkan produksi yang “spectakuler”, lahan dipupuk dengan pupuk organik 8 ton/Ha dan pada saat musim kemarau diairi 2 kali/minggu. Dengan teknologi pupuk organik dan pengairan produksi dapat mencapai 50 ton/ha.  Maka dari itu, harga singkong dibandingkan dengan harga beras sangat jauh berbeda. Pada umumnya harga singkong hanya 400 rupiah perkilogram sedangkan beras mencapai 6000 rupiah perkilogram. Bisa dibayangkan keuntungan memproduksi singkong dan mengganti pola makan berbahan pokok beras dengan bahan pokok singkong dapat menaikan derajat petani kecil dan mensejahterakan ekonomi masyarakat. Karena tidak bergantung kepada fluktuatifnya harga beras dan bertanam padi yang dirasa kurang menguntungkan.
3.      Singkong tidak bergantung pada lahan persawahan, singkong bisa tumbuh dimana saja. Pada umumnya para petani bisa menanam singkong  di lahan persawahan, lahan perkebunan, bahkan di lahan pekarangan. Lain halnya padi yang hanya bisa tumbuh baik dan berkualitas di lahan persawahan saja. Dengan begitu, keluarga para petani tidak harus merasa khawatir kelaparan, bahkan kesejahteraannya bisa meningkat.

IV. KESIMPULAN DAN SARAN
A.     KESIMPULAN
1.      Beras sebagai bahan pokok masyarakat semakin mahal dan tidak menguntungkan petani.
2.      Salah satu solusi menggantikan beras sebagai bahan makanan pokok masyarakat adalah singkong.
3.      Unsur nutrisi yang ada pada beras tidak jauh berbeda dengan unsur nutrisi yang ada singkong.
4.      Singkong bisa di produksi petani dengan mudah  dan murah.
5.      Singkong bisa menjadi substitusi untuk menggantikan beras sebagai bahan makanan pokok.

B.      SARAN
Selanjutnya, pada akhir tulisan ini penulis menyarankan agar ada penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan nasi yang enak dimakan tetapi berbahan pokok singkong.


*)Penulis adalah :  Siswi MAdrasah Aliyah Mathla’ul Anwar Pusat Menes
                     Kelas XI SIA 1
Tinggal di Kadu Kombong Menes Pandeglang

Opini


Tips Membangun Hunian Ramah Lingkungan
Senin, 30-07-2012 09:55:16 oleh: Argi Nuring
Kanal: Opini
Bagi anda yang ingin membangun hunian berwawasan lingkungan, rumah hijau, desain arsitektur yang berkesinambungan dengan alam sekitar maka ada beberapa hal yang perlu anda ketahui terlebih dahulu.

Material bangunan
Penggunaan material daur ulang ataupun yang dapat di daur ulang, atap hijau yang merupakan atap yang terbuat dari tanah dan vegetasi, kayu alami / olahan, batuan alam yang disusun menjadi dinding yang suatu waktu bila dibongkar maka bisa diolah kembali ataupun dikembalikan ke alam tanpa merusak lingkungan aslinya.

Lokasi
Tentunya lokasi harus diperhatikan, semisal anda menginginkan rumah yang menggunakan tenaga surya maka anda harus yakin bahwa lokasi rumah anda bisa mendapatkan cahaya matahari yang cukup. Di indonesia biasanya atap yang miring ke arah selatan sangat diutamakan karena panel surya paling banyak mendapatkan cahaya matahari dari arah ini. Alternatif lain misalnya penggunaan listrik tenaga angin atau air, walaupun masih jarang tapi telah ada. Lainnya adalah anda juga perlu memperhatikan bahwa usaha anda ini tidak merusak habitat alami yang sudah ada.

Pertamanan
Pilihlah tanaman / tumbuhan lokal yang ada dari sekitar kita sebisa mungkin. Tumbuhan lokal tidak akan keluar dari tema keseragaman tumbuhan yang telah ada disekitarnya sehingga menghindarkan perbedaan yang membuat timpang dengan sekelilingnya, dan karena mereka telah teradaptasi dengan area sekitar biasanya mereka akan menjadi tangguh dan hanya memerlukan sedikit sekali perawatan. Jangan lupa pikirkan juga fungsi dari pertamanannya, misalkan di area luar yang membutuhkan aktifitas anda mungkin memilih jenis tumbuhan peneduh dan bagi daerah lainnya tumbuhan rendah sebagai pembatas antar fungsi kegiatan.

Desain dan perencanaan

Anda mungkin perlu menyewa layanan jasa arsitek untuk merencanakan hunian anda, karena mereka biasanya telah memilik tim / jaringan yang ahli dibidangnya masing-masing, arsitek, interior, lansekap dan lainnya. Anda bisa memeriksa di Internet layanan jasa arsitek sesuai kota yang anda inginkan, tempat dimana hunian anda akan dibangun.

Penunjang
Tinggal di rumah yang sepenuhnya menggunakan dan memberdayakan potensi lingkungan sekitar dengan tetap menjaga keutuhannya merupakan keberhasilan bagi hunian ramah lingkungan. Jika itu memang belum memungkinkan anda bisa mencoba menggunakan penyimpanan energi dan air untuk kehidupan sehari-hari, instalasi panel surya sebagai alternatif tambahan energi atau penerapan sistem pemanfaatan air hujan sebagai tambahan sumber air anda.